2 Tahun To Be Setelah Lulus



Tepatnya sih masih bulan September besok, saya pas 2 Tahun Lulus dari jabatan Mahasiswa galau tugas dan (masih) galau masa depan. And selama 2tahun-to be keluar dari zona nyaman ini, banyak banget pengalaman yang bikin saya ngeh ternyata jadi pelajar itu masih lebih enak pake banget loo. Btw, kenapa saya nyebut jadi pelajar itu zona nyaman? Kenapa? Kenapa? Kenapa? Yah, karena menurut saya jadi pelajar atau mahasiswa itu masih juaaaauh lebih enak nyaman ketimbang pas udah lulus dan kenal dunia yang katanya dunia dewasa.

Pas saya kuliah nih, paling berat mikirin masalah akademik dan tetek bengeknya. Gaul juga asyik-asyik aja karena teman-teman sejiwa udah ada di satu tempat. Nah, pas udah lulus. Apa yang udah direncanakan pas jaman-jaman kuliah jauh banget ama realita yang ada. Yeah, the real jungle ada di depan mata.

Terus nih yah, pas sebelum lulus teman-temen pada berkoar-koar  “Meski udah pada lulus, nanti harus sering ngumpul-ngumpul yah”. That’s bulshit se-bulshit bulshitnya. Karena reality-nya selalu aja ada alasan mangkir buat ngumpul. Alasan sibuk kerja lah, gini-lah, gitu-lah, lalalah-poooh. Pokoknya rencana ngumpul hanyalah sekedar wacana, apalagi bagi perantau seperti saya gini. Aaah, jangan ngarep banyak deh bisa leluasa main kesana-kemari. Jauh men dan juga waktunya itu loo.. heeeem.

Dan yang paling agak bikin sungkan kata-kata “Nanti kalo nikah undang-undang loo! Jangan lupa dateng!” dan sebagainya. Ini yang lagi ngehits sekarang bagi saya dan manusia-manusia seumuran, NIKAH aaaaaiiiiih. Dan yah itu, lagi-lagi gak bisa merealisasi apa yang terucap dulu. Baik kadang ada yang nikah dan lupa ngundang maupun udah diundang tapi gak bisa datang. Yah, kadang (ehm, kayaknya selalu deh) rencana hanyalah sekedar rencana yang indah untuk dibaca namun sulit untuk direalisasi. Okeoke deh, skip bahasan nikah yang bikin bap eh laper.

Selama 2tahun to be lulus dari status mahasiswa, gak banyak juga sih yang bisa diceritain dengan “wah”. Soalnya ibarat bayi, Saya hanyalah bayi yang baru bisa jalan dan masih harus belajar banyak. Apalagi pas jadi mahasiswaa, saya bukan tipikal mahasiswa pinter banget yang begitu lulus langsung ditawari kerja dimana-mana. Bukan, itu bukan saya banget, karena saya hanyalah mahasiswa rata-rata “kupu tuman” (kuliah-pulang-tugas-main) dan ibarat film hits AADC 2 nih, apalah saya yang hanya sebatas figuran yang  gak sengaja papasan sama Cinta dan Rangga di Jogjah. Yang intinya, saya hanya sedetik dari 2 jam film. Haaash, ngenes yah.

Beda orang beda cerita, kalo cerita saya sih kayak gitu. Dan teman-teman disekitar saya kebanyakan ehm… yah gitu juga kayaknya. Ada yang mau resign, ada yang udah resign malah *salah satunya saya*, ada yang kontrak kerja mau habis adapula yang masih ngelamar kerja dan proses rekrutmen. Intinya mereka masih mencari jati diri dan kerjaan yang cocok. Karena kerjaan itu ibarat Jodoh. Harus bisa ngerasa klik. Jadi apalah kami yang baru mau 2 Tahun Lulus ini. Nothing banget lah.

Masih banyak yang harus saya lewati untuk bisa benar-benar ngerasa Saya udah dewasa karena sampai sekarang saya masih ngerasa belum dewasa-dewasa banget. Banyak hal yang masih missing. Ibarat puzzle, saya masih proses pencarian keping puzle agar puzzlenya lengkap dan bisa dilihat keseluruhannya.

Jadi kesimpulannya, saya hanyalah Ex-Mahasiswa 2 Tahun to-be, seorang karyawan swasta yang masih pemula dan sedang menekuni bidang yang *semoga* passion saya. Sedang belajar dan terus menambah ilmu tentang hal yang tidak diajarkan sewaktu dibangku sekolah maupun kuliah. Sedang berusaha menambah lingkar pergaulan biar gak itu-itu mulu yang diajak maen. Dan yang pasti saya sedang mencoba selalu menjadi lebih baik dan lebih menikmati hidup.

Yooosh, hidup jiwa muda yang sedang galau dengan masa depan…. Merdeka!!!!!

*Catatan Mei Biru*
-Hoshiora-

Dia, Ruangan Gelap dan Cahaya


"Kamu siapa?" Suaraku bergetar saat sesosok siluet muncul di depan pintu. Mataku menyipit untuk bisa melihat dengan jelas, siapakah dia? Namun suasana yang gelap tidak mendukung sama-sekali. Dia maju perlahan menghampiriku membuat jantungku terus berdentum dengan keras.
"Kamu siapa?" Ulangku sambil mataku lekat menatap pergerakannya. 
"Aku?" Suara tegas itu menggema di dalam ruangan yang gelap. Dia berhenti berjalan. Aku merasakan matanya menatapku dengan lekat pula. Ada getar hangat menjalar dihatiku yang dingin. Ada rasa nyaman saat suara itu menggetarkan gendang telingaku.
"Kamu siapa?" Ucapku lagi dan kemudian airmataku luruh membasahi pipiku. Aku menangis sesenggukan tanpa alasan yang jelas. Rasa takut yang sejak tadi menyayat hatiku kini perlahan sirna. Mungkin terasa bodoh tapi hanya dengan suaranya saja aku merasa aman.
"Ikutlah denganku" Ucapnya kemudian yang justru membuat aku menangis kencang.
Cahaya, aku melihat cahaya dibalik punggungnya. Kegelapan yang selama ini menjadi temanku kini berubah menjadi hal yang ingin aku tinggalkan. 
Dia, sosok yang muncul dalam dunia gelapku tiba-tiba merubah arahku. Aku yang terbiasa nyaman dengan kegelapan kini merasa resah. Entah dorongan dari mana aku ingin bangkit, aku ingin mengikutinya, keluar dari ruang gelap ini. 
Dia, entah siapa dia. Tapi keyakinanku terus menguat bahwa dia dan hanya dia yang bisa mengantarkanku keluar melewati pintu ini. 
Disana, dibalik pintu itu ada cahaya menyilaukan yang menunggu untuk kudatangi. Selama ini aku takut untuk keluar namun kali ini bersama dia aku yakin. Yakin bahwa semua akan baik-baik saja.
Dia, entah siapa dia. Tapi aku yakin bersamanya, aku akan bisa berjalan menuju cahaya.



*Ps : prolog pendek made dalam 5menit. Entah ini apa, ya udah, gitu aja... hahaha. Typos bertebaran karena I'm Typoers :v

-Hoshiora-
07.05.2016

Dalam Diam...


"Ketika kamu memutuskan untuk mencintai dalam diam, maka kamu harus siap untuk menangis dalam tawa."

Setiap keputusan selalu memiliki konsekuensinya sendiri. Seperti kata pepatah, berani mencintai berarti harus berani untuk merasakan sakit. Dan jika akhirnya kamu memutuskan untuk mencintai dalam diam-mu, maka jangan salahkan siapa-siapa jika pada akhirnya kamu harus menyembunyikan tangis dalam tawamu.

Menurut orang terdahulu, mencintai tidak harus memiliki. Tapi apakah kamu yakin dengan konsep itu? Jika kamu benar-benar mencintai seseorang maka kamu akan selalu ingin bersama orang tersebut. Konsep posesif berlaku dalam Cinta. Dan jika Cintamu tidak sebesar itu sampai kamu memperjuangkannya, maka coba tanyakan hatimu lagi, Apakah itu cinta atau hanya bayangan semu hatimu.

Cinta, kata yang absurd dan butuh hati untuk memahaminya karena logika tidak akan berjalan beriringan dengan cinta. Bagaikan air dan minyak. Tapi, hidup bukan melulu tentang cinta karena kamu tidak akan bisa hidup hanya dengan cinta.

Pada akhirnya, kamu sendiri yang memutuskan untuk mencintai dalam diam dan menikmati luka yang menyayat hatimu dalam tawa semu atau menjadi pemberani yang memperjuangkan cintamu meski pada akhirnya berujung pada kegagalan dan tangisan. Sama-sama terluka namun memiliki makna yang berbeda.

Hidup ini pilihan dan kamu sendiri yang menentukan jalanmu.

Selamat Malam


*ps : gak tahu kenapa, tiba2 otak merangkum kata2 ini. *

-hoshiora-
27.04.16

Halo April



Halo April....

Sudah akhir April nih, lama juga gak nulis disini. Niatnya awal April kemarin mau nulis sesuatu tapi apalah daya banyak hal yang harus diurus dan kemudian lupa deh niatan nulisnya. Plus, gak punya koneksi 'dewa' lagi :D

April...
Bisa dibilang bulan ini adalah bulan ter-ter-ter bagi saya. Kenapa? Karena akhirnya saya resmi meninggalkan sebuah tempat yang menjadi alasan awal saya merantau di kota ini. Sayang? Iya sih, tapi pada akhirnya hidup itu pilihan dan saya memilih melanjutkan langkah saya untuk menemukan setitik cahaya dari keabstrakan tujuan hidup saya. 
Alasan lainnya, saya cuma mau kembali hidup normal saja. Eh, bukan berarti sebelumnya saya gak normal loo, saya cuma ingin lebih menikmati momen-momen yang sempat terlewatkan dan juga ada beberapa trigger yang akhirnya membuat saya mantap (meski agak galau) memutuskan untuk melanjutkan langkah. Yeaaah, it's time to dance baby :v

Seperti kata pepatah yang entah saya comot dari mana :
"Setiap awal pasti akan ada akhir dan sesudahnya pasti akan ada awal yang baru."
Yeah, dan kini saya menemukan 'rumah' baru lagi. Rumah untuk berkarya, membuat otak saya kembali bekerja keras dan sebagainya. Masih di kota ini juga sih (Pengennya melanjutkan langkah ke List Destination 'S' No 2 tapi apa daya, belum ada kesempatan untuk kesana T_T). Ya sudahlah, saya kembali melangkah diatas aliran air saja. Menikmati setiap momen yang terjadi dan akan terjadi yang semoga membuat saya lebih baik lagi. Klise banget yess.

Dan tentang persinggahan saya lemarin, banyak yang sudah saya pelajari. Dan setidaknya keinginan abstrak saya terwujud. Kalo menoleh kebelakang, banyak banget cerita yang bikin senyum dan mikir keras dan akhirnya kesimpulan saya adalah, it's uamazing moment untuk anak yang sebenarnya penakut seperti saya. Salah satu pembelajaran lagi yang saya dapat bahwa sebanrnya pikiran kita sendiri yang membuat rasa takut itu. Yess, akhirnya saya bisa sedikit menaklukkan rasa takut saya meski sebenernya sampai sekarang masih buanyak juga stok takutnya.

Yah.intinya terimakasihlah untuk setiap perjalanan kemarin. tiap perjalanan yang dilalui adalah trigger untuk hari ini. Mumpung saya masih muda dan masih punya waktu maka saya memutuskan untuk menambah stok pengalaman saya.

Satu bab mungkin telah usai tapi ini bukanlah akhir karena bab-bab lain perjalanan baru dimulai. Dimana saya besok, besok, besoknya lagi. Entahlah, pokoknya just do it now. Lakukan saja apa yang ada didepan mata. Hope be better laaah...


-hoshiora-

Rabu Ceria - Kebun Binatang Surabaya

kebun binatang surabaya
Kebun Binatang Surabaya


Rabu telah datang yang artinya bagi saya untuk melaksanakan ikrar untuk bermain dan mengenal kota Surabaya. Dan kali ini saya berhasil merekrut teman seperjuangan saat mencari ilmu di Kota Malang untuk menemani saya bermain.

Karena beberapa kendala yang salah satunya adalah alat transportasi maka diputuskanlah mengunjungi objek wisata di Surabaya yang mudah dilalui dengan angkutan. Setelah berdebat panjang kali lebar akhirnya diputuskan untuk mengunjungi Kebun Binatang Surabaya yang bisa dijangkau dengan Bis Damri dari Terminal Purabaya (Bungurasih).

Kebun Binatang Surabaya adalah salah satu objek wisata di Kota Surabaya yang berdiri pada tahun 1916. KBS merupakan salah satu wisata yang terkenal dimasanya, mungkin sampai sekarang juga masih terkenal namun karena satu dan lain hal, kini KBS sudah kehilangan pamornya.

Ketika bermain di KBS, saya agak-agak excited dan ragu sebenarnya. Campuran rasa penasaran dan takut menyesal karena berkunjung ke sana mendominasi hati sanubari saya. Alasannya sih karena banyak orang yang ngomong kalo KBS sudah gak bagus lagi tapi yang namanya manusia kadang belum yakin kalau gak lihat langsung dari mata kepala sendiri kan. Dan juga karena reuni mini bersama teman maka dengan tekad membara, pergilah saya ke KBS. Saya berpikir, toh jikalau emang KBS mengecewakan setidaknya saya masih bisa bertemu teman-teman saya yang sudah beberapa bulan ini tak bersua.

Yap, Rabu ceria saya akhirnya dimulai. Jam 10 saya berangkat dari kos menuju KBS dan kemudian sekitar kurang lebih 30menit-an saya sampai di KBS dan di sambut dengan tawa kedua teman saya. Rasanya menyenangkan bisa bertemu mereka lagi.

Suasana KBS kala itu sangat ramai, maklum sedang tanggal merah alhasil banyak sekali pengunjung yang berdatangan. Disini saya mikir, mungkin KBS sudah banyak mengalami perbaikan kali yah hingga masyarakat mulai yakin ingin meluangkan waktunya di sini lagi.

Untuk harga karcis di KBS ini, saya rasa cukup murah. Cuma 15.000 rupiah dan tidak ada istilah high season dimana harga tiket akan lebih mahal jika pada hari libur. Berbekal perasaan riang gembira akhirnya saya dan teman saya masuk juga ke lingkup KBS.

Hal pertama yang saya rasakan adalah hijau dan lumayan bagus. Banyak pohon rindang yang membuat panas terik tidak begitu terasa. Dan awal masuk sudah disuguhi dengan kelompok burung-burung. Namun sayangnya, burung-burung yang ada di kandang tidak terlalu banyak sehingga tidak terlalu terlihat burungnya.

Disini, yang saya lakukan adalah berfoto narsis dengan teman saya karena mau foto burung-nya pun percuma, gak kelihatan. Jadi foto narsis saja dengan background pemandangan sekitar. Lalu setelah dari bagian burung-burung lanjut ke bagian hewan lainnya. Setelah berjalan beberapa saat sambil bercengkrama ringan, sampailah kita di kandang beruang. Dan saya merasa kasihan sekali saat melihat beruang di kandang. Ada 2 beruang dan entah kenapa saya merasa kedua beruang itu kesakitan. Yang satu bernafas dengan berat seperti asma, yang satu tiduran seperti tidak bertenaga. Saya dan teman saya tercengang melihat kedua beruang itu. Rasa kasihan mendominasi perasaan kami dan rasanya gak tega melihat lebih lama.


Akhirnya kita melanjutkan perjalanan. Lalu kita memutuskan istirahat, duduk di tempat yang rindang dan kemudian kita melihat jasa unta yang dinaiki manusia. Kayak delman tapi ini bukan kuda melainkan Unta. Dan ini bikin saya dan teman saya merasa kasihan sama unta itu soalnya untanya kelihatan tua dan kurus sedangkan beban yang dia tarik itu tidak ringan dan dia sudah keliling entah berapa kali. Sungguh miris rasanya melihat hewan-hewan ini.

Perjalanan kita belum selesai, masih banyak yang kita lihat. Ada kumpulan monyet-monyet segala jenis spesies yang menurut kami mukanya sama tapi ternyata beda. Aaah, apalah kami yang tidak memahami dunia permonyetan. Dan kemudian kita berhenti di daerah gajah. Disini kami melihat ada jasa gajah yang seperti unta tadi. Ada 2 gajah yang digunakan untuk jasa. Lagi-lagi kami kasihan sama gajahnya karena gajahnya kurus dan kurang seger. Meskipun kita gak paham dunia hewan tapi secara kasat mata kita bisa membedakan mana hewan yang segar-bugar-sejahtera sama hewan yang kurus dan kelihatan gak sehat. Rasanya kasihan banget melihat hewan-hewan ini.

Dan kemudian dari area gajah, kita melanjutkan perjalanan. Ada kawanan kera lagi dan kemudian unta-unta kecil lalu ke daerah hewan yang berbahaya. Macan, singa dan sejenisnya. Tapi nyatanya, daerah ini gak berkesan bahaya sama sekali. Macannya tidur di area pinggir, entah itu tidur atau mungkin *maaf* mati, kita tidak tahu karena tanda-tanda bergeraknya gak ada sama sekali. Lalu ada juga macan putih yang menggigit-gigit atau seakan-akan mau memakan kakinya. Saya gak tahu kebiasaan hewan, apakah ini wajar atau enggak tapi melihat macan putih itu yang seakan –akan mau memakan kakinya, rasanya kasihan sekali. Teman saya sampai bilang. “Itu macannya kelaparan apa, gak dikasih makan sama petugasnya? Kasihan banget” Kata teman saya sambil agak marah dan ngedumel tentang perawatan hewan-hewan.

Pergi ke kebun binatang ini berakhir dengan kita yang hanya foto bernarsis ria dan ngobrol serta perasaan miris-kasihan dengan hewan-hewan yang ada. Akhirnya saya tahu kenapa orang-orang mengatakan bahwa KBS saat ini tidak bagus. Mungkin seperti yang saya rasakan kali ini, mereka juga merasakan hal yang sama.

Kalau menurut saya, lokasi KBS yang strategis dan lahan yang luas sudah merupakan poin plus namun sayangnya hewan-hewan yang ada di dalamnya itu terasa ‘sakit’ dan kurang perawatan. Hewan juga makhluk hidup ciptaan Tuhan kan. Kita wajib menghargai kehidupan mereka dan apabila sudah berkomitmen ingin menjaganya maka harus benar-benar menjaga. Jangan hanya memanfaatkan tapi tidak menjaga. Mungkin sudah dijaga dan dirawat namun sayangnya kita masih bisa melihat bahwa hewan-hewan itu tidak baik-baik saja.

Aaah sudahlah, membahas masalah ini akan membawa efek emosi. Saya juga tidak bisa menyalahkan siapa-siapa karena memang tidak paham apa yang sebenarnya terjadi. Tapi semoga saja KBS bisa menjadi lebih baik lagi, hewan-hewan di dalam sana sehat dan segar bugar sehingga pengunjung juga merasa bahagia saat melihat mereka. Dan akhirnya ketika para pengunjung itu pulang dan ditanyai tentang pendapat “Bagaimana KBS?” Mereka bisa bilang “KBS sangat bagus”.

Yoosh, inilah sekelumit Rabu Ceria (atau mungkin bisa dikatakan Rabu miris, entahlah). Di hari Rabu ini yang paling membuat saya ceria adalah bertemu dengan 2 teman saya, guru-guru keceh dari Kota Malang. Rasanya senang sekali akhirnya bisa bertemu salah satu teman seperjuangan, sefrekuensi, dan se-se lainnya. Semoga kalian sehat terus dan semoga kita masih masih diberi kesempatan untuk bertemu dan bermain lagi. Where’s next?

*ps : akhirnya menginjakkan KBS setelah mungkin hampir 20 tahunan. Dan setidaknya rasa penasaran ini tertebus Lunas!!!
*pss : typos dimana-mana karena saya typoers :D

Hoshiora
090316