Secangkir kopi, kamu dan kenangan


Secangkir kopi yang telah dingin malam ini menjadi saksi bahwa kamu pernah singgah dihidupku. Banyak kata yang ingin mulutku katakan tapi semua teredam dengan kenyataan yang harus aku terima. Kamu adalah kamu, hal terindah sekaligus menyakitkan yang pernah aku miliki.

Kita berbeda, sangat berbeda tapi bukankah Tuhan memang menciptakan setiap makhluk itu berbeda. Kenapa justru karena perbedaan itu kita harus berpisah. Ini serasa tidak adil bagi kita.

Kamu dan aku tidak akan pernah menjadi kita, harusnya aku sadar hal itu sejak pertama kali matamu menatapku. Saat itu mungkin aku hanya pura-pura tidak menyadarinya karena asaku untuk bersamamu terlalu mengakar dalam hatiku.

Hingga disuatu titik ini aku benar-benar harus membuka mataku bahwa kamu tidak akan pernah bisa menggenggam tangan ini. Kamu dan aku tidak akan pernah bisa menjadi kita. Tidak akan pernah.

Jadi, ijinkanlah hanya malam ini, untuk terakhir kalinya memoriku merekam sosokmu sebelum kamu benar-benar menghilang. 

Terima kasih pernah singgah dalam hidupku. Terima kasih pernah menjadi pusat duniaku. Terima kasih karena telah mengajariku untuk bahagia. Terima kasih untuk rasa sakit ini. Semoga kamu tenang disana. Selamat tinggal.

"In my dreams, you're with me. We'll be everything I want us to be"

-AK to KA-

::to-be-continued


nb : apakah masih bisa dilanjutkan? entahlah. kayaknya bisa digabungkan sama cerita usang yang sudah dihinggapi sarang laba-laba itu(kasian si AB masih jadi draft). Semoga niat untuk kembali melanjutkan tidak terendam kerasnya dunia nyata.. haha :v


Halo September

Halo September..

Aaah, sudah lama yah hiatus karena satu dan banyak lagi alasannya *namanya juga alasan, jadi yah banyak.. haha*. Dan diakhir September ini, saya kembali dengan berbagai cerita yang sempat terlewat.

September yah, bulannya undangan dimana manusia yang kawin eh nikah ding ada dimana-mana. Buat kalian yang sudah sah, selamat yah. Semoga menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah dan warrahman dunia akhirat, cepet diberi momongan adek bayi yang montok dan pipi bakpo-able. Kalian keren gaeees!

Aiiih iya, juga selamat untuk salah satu sahabat saya yang akhirnya resmi mengikat hubungannya, masih lamaran sih, otw nikah. Pokoknya buat kamu, selamat yah, lancar sampai hari-H. Akhirnya yah kamu kembali juga sama mas-nya setelah muter gak karuan. Tuhan emang sutradara terbaik yang bisa membolak-balikkan hati manusia dan ketika saatnya tepat, kamu yang sempat menolak mentah-mentah dan keras bisa juga luluh. Namanya juga jodoh yah. Pokoknya selamat. Saya sebagai pendukung garis keras kalian berdua sangat bahagia :D

“Jangan tanya saya kapan nyusul, kalo udah saatnya pasti nyusul kok. Toh nikah bukan lomba kan yang harus cepet-cepetan :v”

Selain berita bahagia masih ada juga berita yang bisa dibilang lumayan sedih sih. Eh, tapi gak sedih juga, kan yang sana bahagia sama keputusannya. Yaps, apalagi kalo bukan teman-teman yang memutuskan untuk resign. Banyak loh dan mengakibatkan teman makan siang semakin sedikit alias hilang semua. Tapi yah gpp, namanya juga kerja kan harus bisa ngerasa klik. Dan kalo pada akhirnya emang nemu yang lebih baik kenapa nggak. Sukses terus buat kalian yaak.

“Jangan tanya kapan saya nyusul resign juga, kalo udah saatnya saya pasti move on kok. Emang sih selalu ada alasan untuk pergi (dan rasa pengen yang kuat) tapi selama saya masih merasa mampu dan bisa bertahan, saya akan bertahan. Toh pada akhirnya kerja juga termasuk cara saya mengisi waktu yang tumpeh-tumpeh sambil cari duit buat modal masa depan :v”

Dan dibulan September ceria ini, banyak banget include yang masuk dalam otak saya mengenai karakter manusia. Bergaul dengan beberapa karakter manusia membuat wawasan kemanusiaan saya bertambah. Banyak karakter dan sifat yang saya pelajari dari mereka. Satu yang bener-bener kini saya paham. “Everybody has a problem and how to solve it with her/his own way” *bener gak sih ini inggrisnya, sok-sokan nulis inggris sih*. Intinya, tiap orang punya masalahnya sendiri, mereka juga punya cara gimana me-management masalah-nya dan mereka juga punya topeng sendiri yang dipasang untuk pertahanannya. Dan saya merasa saya gak benar-benar bisa menilai mereka dengan benar karena saya tidak benar-benar kenal dan paham mereka meskipun mungkin sudah berpuluh-puluh purnama kita berteman. Saya hanya mengenal apa yang mereka tunjukkan tapi apa yang dibalik topeng, saya gak tahu. Hanya Tuhan, mereka dan orang yang mereka percayai yang tahu.

“Jika ditanya, apakah saya punya topeng juga. Yuhu, saya punya-lah. Dan kadang saya sendiri-pun masih bingung dengan diri saya~ ”

Nah itulah sekelumit cerita dibulan September ini and yeeeay, September akan habis it’s time to wake up baby kayak lagunya Green days “Wake me up When September ends”. Yooklah bangun-bangun, saatnya mulai serius menyusun skenario yang tercecar gak karuan. Mungkin mulai nge-plan “mau jadi apa nanti saya” haha.

Yaudah deh, saya undur diri dulu, mau merenung dibawah bintang-bintang yang bersinar dilangit, siapa tahu ada pangeran naik kuda putih jatuh dari langit, iya kan iyaaa.. iyain aja deh :D


27.09.2016
-hoshiora-




2 Tahun To Be Setelah Lulus



Tepatnya sih masih bulan September besok, saya pas 2 Tahun Lulus dari jabatan Mahasiswa galau tugas dan (masih) galau masa depan. And selama 2tahun-to be keluar dari zona nyaman ini, banyak banget pengalaman yang bikin saya ngeh ternyata jadi pelajar itu masih lebih enak pake banget loo. Btw, kenapa saya nyebut jadi pelajar itu zona nyaman? Kenapa? Kenapa? Kenapa? Yah, karena menurut saya jadi pelajar atau mahasiswa itu masih juaaaauh lebih enak nyaman ketimbang pas udah lulus dan kenal dunia yang katanya dunia dewasa.

Pas saya kuliah nih, paling berat mikirin masalah akademik dan tetek bengeknya. Gaul juga asyik-asyik aja karena teman-teman sejiwa udah ada di satu tempat. Nah, pas udah lulus. Apa yang udah direncanakan pas jaman-jaman kuliah jauh banget ama realita yang ada. Yeah, the real jungle ada di depan mata.

Terus nih yah, pas sebelum lulus teman-temen pada berkoar-koar  “Meski udah pada lulus, nanti harus sering ngumpul-ngumpul yah”. That’s bulshit se-bulshit bulshitnya. Karena reality-nya selalu aja ada alasan mangkir buat ngumpul. Alasan sibuk kerja lah, gini-lah, gitu-lah, lalalah-poooh. Pokoknya rencana ngumpul hanyalah sekedar wacana, apalagi bagi perantau seperti saya gini. Aaah, jangan ngarep banyak deh bisa leluasa main kesana-kemari. Jauh men dan juga waktunya itu loo.. heeeem.

Dan yang paling agak bikin sungkan kata-kata “Nanti kalo nikah undang-undang loo! Jangan lupa dateng!” dan sebagainya. Ini yang lagi ngehits sekarang bagi saya dan manusia-manusia seumuran, NIKAH aaaaaiiiiih. Dan yah itu, lagi-lagi gak bisa merealisasi apa yang terucap dulu. Baik kadang ada yang nikah dan lupa ngundang maupun udah diundang tapi gak bisa datang. Yah, kadang (ehm, kayaknya selalu deh) rencana hanyalah sekedar rencana yang indah untuk dibaca namun sulit untuk direalisasi. Okeoke deh, skip bahasan nikah yang bikin bap eh laper.

Selama 2tahun to be lulus dari status mahasiswa, gak banyak juga sih yang bisa diceritain dengan “wah”. Soalnya ibarat bayi, Saya hanyalah bayi yang baru bisa jalan dan masih harus belajar banyak. Apalagi pas jadi mahasiswaa, saya bukan tipikal mahasiswa pinter banget yang begitu lulus langsung ditawari kerja dimana-mana. Bukan, itu bukan saya banget, karena saya hanyalah mahasiswa rata-rata “kupu tuman” (kuliah-pulang-tugas-main) dan ibarat film hits AADC 2 nih, apalah saya yang hanya sebatas figuran yang  gak sengaja papasan sama Cinta dan Rangga di Jogjah. Yang intinya, saya hanya sedetik dari 2 jam film. Haaash, ngenes yah.

Beda orang beda cerita, kalo cerita saya sih kayak gitu. Dan teman-teman disekitar saya kebanyakan ehm… yah gitu juga kayaknya. Ada yang mau resign, ada yang udah resign malah *salah satunya saya*, ada yang kontrak kerja mau habis adapula yang masih ngelamar kerja dan proses rekrutmen. Intinya mereka masih mencari jati diri dan kerjaan yang cocok. Karena kerjaan itu ibarat Jodoh. Harus bisa ngerasa klik. Jadi apalah kami yang baru mau 2 Tahun Lulus ini. Nothing banget lah.

Masih banyak yang harus saya lewati untuk bisa benar-benar ngerasa Saya udah dewasa karena sampai sekarang saya masih ngerasa belum dewasa-dewasa banget. Banyak hal yang masih missing. Ibarat puzzle, saya masih proses pencarian keping puzle agar puzzlenya lengkap dan bisa dilihat keseluruhannya.

Jadi kesimpulannya, saya hanyalah Ex-Mahasiswa 2 Tahun to-be, seorang karyawan swasta yang masih pemula dan sedang menekuni bidang yang *semoga* passion saya. Sedang belajar dan terus menambah ilmu tentang hal yang tidak diajarkan sewaktu dibangku sekolah maupun kuliah. Sedang berusaha menambah lingkar pergaulan biar gak itu-itu mulu yang diajak maen. Dan yang pasti saya sedang mencoba selalu menjadi lebih baik dan lebih menikmati hidup.

Yooosh, hidup jiwa muda yang sedang galau dengan masa depan…. Merdeka!!!!!

*Catatan Mei Biru*
-Hoshiora-

Dia, Ruangan Gelap dan Cahaya


"Kamu siapa?" Suaraku bergetar saat sesosok siluet muncul di depan pintu. Mataku menyipit untuk bisa melihat dengan jelas, siapakah dia? Namun suasana yang gelap tidak mendukung sama-sekali. Dia maju perlahan menghampiriku membuat jantungku terus berdentum dengan keras.
"Kamu siapa?" Ulangku sambil mataku lekat menatap pergerakannya. 
"Aku?" Suara tegas itu menggema di dalam ruangan yang gelap. Dia berhenti berjalan. Aku merasakan matanya menatapku dengan lekat pula. Ada getar hangat menjalar dihatiku yang dingin. Ada rasa nyaman saat suara itu menggetarkan gendang telingaku.
"Kamu siapa?" Ucapku lagi dan kemudian airmataku luruh membasahi pipiku. Aku menangis sesenggukan tanpa alasan yang jelas. Rasa takut yang sejak tadi menyayat hatiku kini perlahan sirna. Mungkin terasa bodoh tapi hanya dengan suaranya saja aku merasa aman.
"Ikutlah denganku" Ucapnya kemudian yang justru membuat aku menangis kencang.
Cahaya, aku melihat cahaya dibalik punggungnya. Kegelapan yang selama ini menjadi temanku kini berubah menjadi hal yang ingin aku tinggalkan. 
Dia, sosok yang muncul dalam dunia gelapku tiba-tiba merubah arahku. Aku yang terbiasa nyaman dengan kegelapan kini merasa resah. Entah dorongan dari mana aku ingin bangkit, aku ingin mengikutinya, keluar dari ruang gelap ini. 
Dia, entah siapa dia. Tapi keyakinanku terus menguat bahwa dia dan hanya dia yang bisa mengantarkanku keluar melewati pintu ini. 
Disana, dibalik pintu itu ada cahaya menyilaukan yang menunggu untuk kudatangi. Selama ini aku takut untuk keluar namun kali ini bersama dia aku yakin. Yakin bahwa semua akan baik-baik saja.
Dia, entah siapa dia. Tapi aku yakin bersamanya, aku akan bisa berjalan menuju cahaya.



*Ps : prolog pendek made dalam 5menit. Entah ini apa, ya udah, gitu aja... hahaha. Typos bertebaran karena I'm Typoers :v

-Hoshiora-
07.05.2016

Dalam Diam...


"Ketika kamu memutuskan untuk mencintai dalam diam, maka kamu harus siap untuk menangis dalam tawa."

Setiap keputusan selalu memiliki konsekuensinya sendiri. Seperti kata pepatah, berani mencintai berarti harus berani untuk merasakan sakit. Dan jika akhirnya kamu memutuskan untuk mencintai dalam diam-mu, maka jangan salahkan siapa-siapa jika pada akhirnya kamu harus menyembunyikan tangis dalam tawamu.

Menurut orang terdahulu, mencintai tidak harus memiliki. Tapi apakah kamu yakin dengan konsep itu? Jika kamu benar-benar mencintai seseorang maka kamu akan selalu ingin bersama orang tersebut. Konsep posesif berlaku dalam Cinta. Dan jika Cintamu tidak sebesar itu sampai kamu memperjuangkannya, maka coba tanyakan hatimu lagi, Apakah itu cinta atau hanya bayangan semu hatimu.

Cinta, kata yang absurd dan butuh hati untuk memahaminya karena logika tidak akan berjalan beriringan dengan cinta. Bagaikan air dan minyak. Tapi, hidup bukan melulu tentang cinta karena kamu tidak akan bisa hidup hanya dengan cinta.

Pada akhirnya, kamu sendiri yang memutuskan untuk mencintai dalam diam dan menikmati luka yang menyayat hatimu dalam tawa semu atau menjadi pemberani yang memperjuangkan cintamu meski pada akhirnya berujung pada kegagalan dan tangisan. Sama-sama terluka namun memiliki makna yang berbeda.

Hidup ini pilihan dan kamu sendiri yang menentukan jalanmu.

Selamat Malam


*ps : gak tahu kenapa, tiba2 otak merangkum kata2 ini. *

-hoshiora-
27.04.16