Minggu, 29 April 2012

Resensi



Winter In Tokyo, sebuah novel tetralogi musim karangan salah satu novelis yang saya kagumi, Ilana Tan. semua karangan Ilana Tan menurut saya sangat bagus dan menyentuh, salah satunya ya novel ini, Winter In Tokyo. Awalnya saya tertarik pada novel ini, karena ada embel-embel "Tokyo" maklum, saya kan japannocholik (istilah aneh lagi.. hahaaa). Dan saya tidak pernah menyesal telah "mengenal" dan "bersahabat" dengan novel ini, karena sungguh.. I Like It Somaaaaaaaaaaaaaad. sampai-sampai novel ini menjadi "harta karun" saya dalam capsule time kenangan terakhir masa SMA saya.
oke deh, gag perlu berlama-lama, langsung saja simak sedikir resensi atau curhatan saya mengenai novel ini... cekidot..

-sampul depan novel winter in tokyo ^^-


Winter in Tokyo bercerita tentang kisah cinta seorang gadis peranakan (Indonesia - Jepang) bernama Ishida Keiko.
Keiko Chan yang bekerja di perpustakaan umum di Shinjuku dan tinggal di salah satu apartemen sederhana di pusat kota Tokyo, terobsesi dengan cinta pertamanya, Kitano Akira. Keiko berharap suatu hari nanti ia akan bertemu dengan Akira dan mewujudkan cinta terpendamnya.

Suatu hari, apartemen Keiko yang juga dihuni suami istri Osawa, Keiko, dan kakak beradik Sato Haruka - Sato Tomoyuki, kedatangan penghuni baru, seorang pria bernama Nishimura Kazuto, yang menempati apartemen 201. Kazuto kembali ke Tokyo, setelah 10 tahun menetap di New York, Amerika Serikat, bersama kedua orang tuanya. Kepulangan Kazuto ke Tokyo karena ingin melepaskan diri dari kenangannya terhadap gadis yang dicintainya, yang menikah dengan sahabatnya sendiri.

Hubungan yang akrab antar sesama penghuni apartemen menular kepada Kazuto, yang awalnya tidak ingin terlalu direpotkan dengan kehidupan bertetangga. Bahkan dengan Keiko, pria tampan yang sewaktu tinggal di New York berprofesi sebagai fotografer profesional ini, merasakan kehidupan yang menyenangkan. Keiko sendiri merasa bahwa Kazuto, teman yang bisa diandalkan, meski sempat kesal karena Kazuto mengira ia adalah Naomi, saudara kembar Keiko, seorang model terkenal Jepang, yang mengembangkan karirnya di London.
Setelah sebulan menjalin kebersamaan, ada perasaan baru di hati Kazuto dan Keiko. Bahkan Kazuto berencana mengungkapkan perasaannya kepada Keiko, sepulangnya dari bermalam tahun baru di Kyoto, tempat tinggal orang tua Keiko. Namun sayang, Kazuto yang mengalami gegar otak akibat dikeroyok sejumlah preman, lupa akan segala hal yang terjadi selama ia tinggal di Tokyo. Ia bahkan tidak ingat kalau dirinya telah menetap di salah satu apartemen dan mempunyai tetangga yang peduli terhadap dirinya. Yah, suami istri Osawa, Sato Haruka, Sato Tomoyuki dan Keiko, sangat mencemaskan diri Kazuto, yang tidak pernah kembali ke apartemennya, 201, setelah ia mengantarkan Keiko ke stasiun kereta api.
Kazuto pun lupa akan perasaannya terhadap Keiko, apalagi setelah ia tahu bahwa Keiko telah bertemu dengan cinta pertamanya, Kitano Akira, yang telah menjadi seorang dokter dan teman sekelas Kazuto di masa SMP. Kedatangan Iwamoto Yuri, gadis yang dicintai Kazuto, juga membenamkan perasaan Keiko kepada Kazuto. Apalagi kedatangan Yuri ke Tokyo, tidak hanya sekedar urusan pekerjaan tetapi juga meminta Kazuto kembali ke New York, bersamanya.
Lalu bagaimana kelanjutan kisahnya... sedikit bocoran aja, intinya itu happy ending, dan saya sangat suka ending yang membahagiakan daripada yang membuat nangis... Intinya nanti Kazuto ingat akan keiko dan menyadari perasaannya pada keiko. dan hal yang tidak terduga adalah, ternyata cinta pertama keiko itu bukan akira melainkan kazuto ^^
Pokoknya suka bangetnget nget deh ama novel ini, dan juga ketiga nobel lainnya yang ternyata memiliki benang merah, yupp.. auntumn in Paris, summer in seoul, spring in London...
novel ini sayang banget utnuk dilewatkan apalagi buat penggemar novel romantis.. like like like ^^

-pelampiasan- -malang-
29 april 2012

Hoshiora . 2017 Copyright. All rights reserved. Designed by Blogger Template | Free Blogger Templates