Kamis, 29 November 2012

Gb.1 Virus Malaria



Morfologi virus

• Virion : ikosahedral , diameter 80-110nm, 252 kapsomer, memiliki fibrin (serat).
• Komposisi : DNA (13%) dan protein (87%)
• Genom : dsDNA, mengandung 36000pb
• Protein : antigen ( hexon, penton, fibrin)

Bagian-Bagian dari Virus Malaria yaitu :

1. DNA

DNA merupakan suatu makromolekul yang tersusun oleh nukleotida sebagai molekul dasarnya yang membawa sifat gen.
• DNA terbentuk dari empat tipe nukleotida, yang berikatan secara kovalen membentuk rantai polinukleotida (rantai DNA atau benang DNA)
• Dengan tulang punggung gula-fosfat tempat melekatnya basa-basa.
• Dua rantai polinukleotida saling berikatan melalui ikatan hydrogen antara basa-basa nitrogen dari rantai yang berbeda.
• Semua basa berada di dalam double helix dan tulangpunggung gula-fosfat berada di bagian luar.
• Purin selalu berpasangan dengan pirimidin (A-T, G-C). Perpasangan secara komplemen tersebut memungkinkan pasangan basa dikemas dengan susunan yang paling sesuai.
• Hal ini bisa terjadi bila kedua rantai polinukleotida tersusun secara antiparalel.
• Komposisi gen adalah: Daerah pengkode (exon and intron) yang mengkode RNA atau protein + sekuen-sekuen pengaturan (Regulatory sequences: termasuk. promoter yang menginisiasi terjadinya transkripsi, enhancer/silencer yang menentukan tinggi rendahnya aktivitas transkripsi, polyadenylation site, splicing sites serta signal terminasi transkripsi).

2. FIBER
Fiber merupakan alat untuk melekatkan badan Virus ke dinding sel Inang saat melakukan absorbsi

2. PENTON BASE
Sebagai tempat keluar DNA/RNA virus saat melakukan Penetrasi terhadap sel inang

CARA PENYEBARAN VIRUS
 

 • Daur Litik :
1. Adsorpsi : Dimana virus menempel ke dinding sel inang
2. Penetrasi : Virus memasukan DNA/RNAnya kedalam sel inang
3. eklifase : Pengambil alihan kontrol terhadap sel inang
4. Replikasi : Virus membuat anggota tubuhnya yang baru
5. Sintesis/Perakitan : Virus mulai merakit tubuhnya yang baru secara bertahap
6. Lisis : Setelah sel tidak muat lagi karena virus virus baru didalamnya , sel tersebut meledak dan virus virus baru tersebut keluar dan akan mengkristalkan dirinya maupun menginfeksi sel inang lainnya.

• Daur Lisogenik :
1. Adsorpsi : Dimana virus menempel ke dinding sel inang
2. Penetrasi : Virus memasukan DNA/RNAnya kedalam sel inang
3. Penggabungan : DNA/RNA virus bergabung dengan sel inang namun tidak mengambil alih
4. Pembelahan : bila sel inang membelah maka DNA/RNA virus yang bergabung ikut membelah dan memperbanyak diri
5. Sintesis : Mengambil alih sel inang / sel bakteri disaat profage virus aktif dan sel inang sudah lemah
6. Replikasi : Virus membuat anggota tubuhnya yang baru
7. Sintesis/Perakitan : Virus mulai merakit tubuhnya yang baru secara bertahap
8. Lisis : Setelah sel tidak muat lagi karena virus virus baru didalamnya , sel tersebut meledak dan virus virus baru tersebut keluar dan akan mengkristalkan dirinya maupun menginfeksi sel inang lainnya.



Gb.2. Virus malaria dilihat dari mikroskop

 

Gb.3. Siklus Transmisi Malaria




Kelompok 5_ Grafika Komputer:

DENI DWI RATNAWATI       100533402563
NURUL KOMARIYAH          100533406904
RIKY ARDIKA                       100533405400
PTI’10 offering B

Hoshiora . 2017 Copyright. All rights reserved. Designed by Blogger Template | Free Blogger Templates