Minggu, 04 Januari 2015


Adalah sepasang sahabat berbeda gender, sebut saja namanya Aji dan Laras. Mereka pertama kali dipertemukan oleh takdir ketika memakai seragam putih biru. Banyak hal yang membuat mereka berteman dan akhirnya mengikrarkan diri sebagai sahabat. Tahun demi tahun mereka lalui dengan berbagai macam cerita yang semakin mengikat persahabatan mereka. Dan hal itupun membuat orang-orang iri dengan persahabatan mereka. Jika ada Aji maka akan ada Laras. Yah, sedekat itulah mereka.

Tapi ada sebuah pepatah yang mengatakan bahwa Tidak ada persahabatan yang murni antara laki-laki dan perempuan. Yah, pepatah itupun berlaku untuk Aji dan Laras. Tanpa mereka sadari, rasa itu sedikit demi sedikit merasuk di hati mereka namun dengan topeng kemunafikan mereka mencoba menyembunyikannya. Ketika Aji mengenalkan pasangannya maka Laras akan menampilkan topeng kebahagiaannya begitupun juga Aji. Yah, mereka sama-sama bersembunyi dalam tembok kemunafikan untuk memendam sedemikian dalam rasa itu. Rasa yang bernama cinta. Karena mereka meyakini rasa cinta akan merusak persahabatan mereka. Persahabatan lebih berharga daripada cinta sesaat. Itulah yang mereka yakini.

Dan bagaikan roller coaster, hidup juga berputar dan berbalik 180 derajat. Ketika akhirnya karena pendidikan lanjutan, mereka harus berpisah maka disinilah takdir mulai bermain-main sedikit dengan mereka. Aji yang melanjutkan kuliahnya di ibukota negara dan Laras yang melanjutkan kuliahnya di negeri antah beranta harus berhadapan dengan komunikasi yang semakin menyempit dan kemudian hilang. Perbedaan waktu dan kesibukan keduanya merupakan faktor utama yang akhirnya memisahkan mereka.

Hingga bertahun-tahun kemudian ketika pertemuan itu kembali terjadi, hanya ada canggung yang menghiasai dunia mereka. Perpisahan selama beberapa tahun telah membuat perubahan pada diri mereka. Tidak hanya fisik yang semakin matang namun pola pikir merekapun berubah. Dan persahabatan yang mereka agung-agungkan dahulu kini terlihat semu.

Mereka tetap bersahabat tapi ada tembok yang menghiasi langkah mereka yang membuat semua terasa berbeda. Tidak ada lagi kebebasan masa muda yang bisa mereka utarakan, mungkin karena pola pikir mereka kini sudah matang maka semua yang keluar menjadi tertata. Tidak ada ledakan-ledakan emosi yang membuat mereka dulu dekat. Tidak ada gelak tawa bebas yang membuat mereka akhirnya bersahabat dan tidak ada tangisan yang dulu mereka umbar untuk membuat hati menjadi tenang. Tidak ada. Kini mereka hanyalah dua orang manusia yang pernah bersahabat. Tapi sebenarnya ada satu hal yang tidak berubah. Rasa itu masih ada dan terselip diantara kerasionalan pikiran mereka. Ya, Aji dan Laras masih memiliki rasa bernama cinta yang tak pernah diungkapkan dan sadari.

Hingga akhirnya takdir kembali memainkan peranannya. Usia mereka yang semakin matang membuat kedua orangtua mereka menuntut mereka untuk bisa melanjutkan hidup ke tahap selanjutnya. Pernikahan. Aji yang saat itu sudah memiliki kekasih harus terhempas di jurang yang dalam karena penghianatan kekasihnya yang mengakibatkan kekasihnya hamil. Aji yang tidak tahu arah kembali menemukan Laras sebagai sandaran hatinya yang rapuh. Dan Laras pun ikut merasakan sakit ketika lelaki yang pernah dan masih ia cintai, sakit. Laras melakukan segala hal untuk membuat Aji kembali bangkit.

Hingga akhirnya Aji mengeluarkan kata-kata yang membuat Laras terkejut dan tidak tahu harus berbuat apa. Aji melamar Laras untuk menjadi istrinya dan ibu dari anak-anaknya. Laras tertegun, berjuta rasa kini hadir dalam hatinya. Senang karena mungkin akhirnya ia bisa bersama dengan orang yang dia cintai. Sedih sekaligus kecewa karena Aji hanya menjadikannya pelarian dari sakit hati dan tuntutan orang tuanya. Namun pada akhirnya Laras harus memutuskan dan ia mencoba egois dengan memendan rasa sakit dan kecewanya. Ia menerima Aji dengan segala konsekuensi rasa sakit yang akan ia tanggung.

Dan ahirnya, mereka melangkahkan persahabatan mereka ke arah yang tak terduga, sebuah pernikahan. Namun ini bukan akhir, tentu saja. Karena ini merupakan awal baru mereka, awal baru kehidupan mereka yang akan membawa lebih banyak perubahan yang entah akan berujung airmata atau tawa bahagia.

Aji dan Laras menyiapkan pernikahan mereka disambut dengan dukungan semua pihak. Mereka sejak awal yakin kalau Aji dan Laras pada akhirnya akan berjodoh seperti kisah klasik, persahabatan jadi cinta. Aji sudah kembali hidup dan Laras bersyukur karenanya. Namun Laras masih belum yakin dengan konsep pernikahan mereka. Pernikahan bukanlah permainan. Pernikahan adalah jembatan suci menuju syurga Ilahi. Dan Laras ingin mendapatkan pernikahan yang bisa membuatnya aman dan nyaman dalam mengarungi bahtera kehidupan. Jika nahkoda perahu masih bimbang dan tak tentu arah akan membawa kemana perahunya, maka sebagai penumpang perahu wajar jika ia merasa tidak aman. Tiba-tiba Laras tidak yakin dengan keputusannya untuk membuat Aji sembuh dari sakit hati dengan sebuah pernikahan. Dan alasan itu tidak bisa dijadikan pedoman sebuah pernikahan ideal tanpa landasan yang jelas.

Laras bimbang, ia ingin lari. Pergi dari semua ini. Namun apa daya kini pernikahan mereka sudah siap dan tinggal menghitung hari. Dan hal inipun tak luput dari pandangan Aji. Aji merasa bersalah karena secara tidak langsung sudah menjebak Laras untuk menikahinya. Ada sebuah rahasia besar yang ia simpan dan akan ia ungkapkan saat ia sudah resmi menjadi suami Laras. Andaikata Laras marah karena rahasianya, ia akan terima asal Laras tetap disisinya dan tidak akan bisa lari. Tapi kini ia merasa salah langkah. Ia merasa tidak benar jika meneruskan rencana ini.

Dan kini Aji dan laras berada di atap rumah Laras. Tempat mereka biasanya meluangkan waktu sambil melihat bintang. Aji menimbang untuk terakhir kali sebelum ia yakin ingin melepas Laras. Dan akhirnya ia yakin dengan keputusannya. Ia tidak ingin lagi menahan Laras dalam rencana pernikahan yang tidak diinginkannya. Kemudian luruhlah semua rahasia Aji. Rahasia untuk menjebak dan mengikat Laras. Laras kaget dan tidak percaya dengan apa yang ia dengar.

Selama ini Aji mencintai Laras, sejak mereka memakai seragam putih biru atau bahkan sejak pertama kali bertemu. Tapi dulu Aji hanyalah seorang bocah yang tidak mengerti cinta. ia berteman dan bersahabat dengan Laras. Aji rasa itu cukup karena hanya berdekatan dengan laras membuatnya bahagia namun kemudian saat ia mulai sadar akan rasanya, ia mencoba untuk mengungkapkannya kepada Laras, dengan caranya sendiri. Membawa banyak perempuan yang ia klaim sebagai pacarnya untuk membuat Laras cemburu. Tapi apa daya, Laras tidak menampakkan rasa itu dan Aji akhirnya patah hati sebelum menyatakan. Dan karena itupun ia akan menjaga Laras meskipun hanya sebagai sahabat. Ia tidak ingin merusak persahabatan atau lebih tepatnya membuat Laras menjauh jika ia menyatakan cintanya.

Kemudian cerita Aji mengalir dimasa-masa ia harus berpisah dengan Laras, ia merasa sangat kehilangan dan merasa bodoh karena tidak bisa bersama Laras. Lalu saat Aji bertemu dengan Laras untuk pertama kalinya setelah sekian tahun, ia merasa canggung, ia tidak tahu harus berkata apa yang ada di benaknya adalah kerinduan yang besar akan sosok Laras. Hingga akhirnya ia merencakan untuk menjebak Laras dengan semua skenario dan aktingnya yang amatir.

Aji tidak pernah memiliki kekasih sejak lulus sekolah. Tidak pernah, ia hanya fokus belajar dan kemudian bekerja. kekasih yang mengkhianati dan kemudian hamil dan depresi serta patah hati yang dalam, itu semua hanya pura-pura untuk mendapatkan Laras. Dan ia berhasil. namun pada akhirnya ia sadar bahwa semua ini tidak benar. Ia tidak ingin berbahagia diatas kesedihan orang yang ia cintai. Dan dengan senyuman, ia melepas Laras, meminta maaf untuk keegoisannya dan akan membatalkan pernikahan mereka serta menjauh sejauh-jauhnya dari Laras.

Laras yang masih terkejut dengan semua rahasia Aji tiba-tiba meneteskan air matanya. Aji panik dan berulang kali minta maaf. Laras lalu menggeleng dan tersenyum. Kini saatnya ia yang mengungkapkan semua rahasia hatinya, mengungkapkan semua yang tersembunyi di dalam lubuk hatinya.

Dan pada akhirnya di bawah puluhan bintang yang bersinar, sepasang sahabat itu telah bersatu dalam bingkai bernama cinta.


04.01.2015
-inspirasi dadakan-

Hoshiora . 2017 Copyright. All rights reserved. Designed by Blogger Template | Free Blogger Templates