Senin, 21 Maret 2016

kebun binatang surabaya
Kebun Binatang Surabaya


Rabu telah datang yang artinya bagi saya untuk melaksanakan ikrar untuk bermain dan mengenal kota Surabaya. Dan kali ini saya berhasil merekrut teman seperjuangan saat mencari ilmu di Kota Malang untuk menemani saya bermain.

Karena beberapa kendala yang salah satunya adalah alat transportasi maka diputuskanlah mengunjungi objek wisata di Surabaya yang mudah dilalui dengan angkutan. Setelah berdebat panjang kali lebar akhirnya diputuskan untuk mengunjungi Kebun Binatang Surabaya yang bisa dijangkau dengan Bis Damri dari Terminal Purabaya (Bungurasih).

Kebun Binatang Surabaya adalah salah satu objek wisata di Kota Surabaya yang berdiri pada tahun 1916. KBS merupakan salah satu wisata yang terkenal dimasanya, mungkin sampai sekarang juga masih terkenal namun karena satu dan lain hal, kini KBS sudah kehilangan pamornya.

Ketika bermain di KBS, saya agak-agak excited dan ragu sebenarnya. Campuran rasa penasaran dan takut menyesal karena berkunjung ke sana mendominasi hati sanubari saya. Alasannya sih karena banyak orang yang ngomong kalo KBS sudah gak bagus lagi tapi yang namanya manusia kadang belum yakin kalau gak lihat langsung dari mata kepala sendiri kan. Dan juga karena reuni mini bersama teman maka dengan tekad membara, pergilah saya ke KBS. Saya berpikir, toh jikalau emang KBS mengecewakan setidaknya saya masih bisa bertemu teman-teman saya yang sudah beberapa bulan ini tak bersua.

Yap, Rabu ceria saya akhirnya dimulai. Jam 10 saya berangkat dari kos menuju KBS dan kemudian sekitar kurang lebih 30menit-an saya sampai di KBS dan di sambut dengan tawa kedua teman saya. Rasanya menyenangkan bisa bertemu mereka lagi.

Suasana KBS kala itu sangat ramai, maklum sedang tanggal merah alhasil banyak sekali pengunjung yang berdatangan. Disini saya mikir, mungkin KBS sudah banyak mengalami perbaikan kali yah hingga masyarakat mulai yakin ingin meluangkan waktunya di sini lagi.

Untuk harga karcis di KBS ini, saya rasa cukup murah. Cuma 15.000 rupiah dan tidak ada istilah high season dimana harga tiket akan lebih mahal jika pada hari libur. Berbekal perasaan riang gembira akhirnya saya dan teman saya masuk juga ke lingkup KBS.

Hal pertama yang saya rasakan adalah hijau dan lumayan bagus. Banyak pohon rindang yang membuat panas terik tidak begitu terasa. Dan awal masuk sudah disuguhi dengan kelompok burung-burung. Namun sayangnya, burung-burung yang ada di kandang tidak terlalu banyak sehingga tidak terlalu terlihat burungnya.

Disini, yang saya lakukan adalah berfoto narsis dengan teman saya karena mau foto burung-nya pun percuma, gak kelihatan. Jadi foto narsis saja dengan background pemandangan sekitar. Lalu setelah dari bagian burung-burung lanjut ke bagian hewan lainnya. Setelah berjalan beberapa saat sambil bercengkrama ringan, sampailah kita di kandang beruang. Dan saya merasa kasihan sekali saat melihat beruang di kandang. Ada 2 beruang dan entah kenapa saya merasa kedua beruang itu kesakitan. Yang satu bernafas dengan berat seperti asma, yang satu tiduran seperti tidak bertenaga. Saya dan teman saya tercengang melihat kedua beruang itu. Rasa kasihan mendominasi perasaan kami dan rasanya gak tega melihat lebih lama.


Akhirnya kita melanjutkan perjalanan. Lalu kita memutuskan istirahat, duduk di tempat yang rindang dan kemudian kita melihat jasa unta yang dinaiki manusia. Kayak delman tapi ini bukan kuda melainkan Unta. Dan ini bikin saya dan teman saya merasa kasihan sama unta itu soalnya untanya kelihatan tua dan kurus sedangkan beban yang dia tarik itu tidak ringan dan dia sudah keliling entah berapa kali. Sungguh miris rasanya melihat hewan-hewan ini.

Perjalanan kita belum selesai, masih banyak yang kita lihat. Ada kumpulan monyet-monyet segala jenis spesies yang menurut kami mukanya sama tapi ternyata beda. Aaah, apalah kami yang tidak memahami dunia permonyetan. Dan kemudian kita berhenti di daerah gajah. Disini kami melihat ada jasa gajah yang seperti unta tadi. Ada 2 gajah yang digunakan untuk jasa. Lagi-lagi kami kasihan sama gajahnya karena gajahnya kurus dan kurang seger. Meskipun kita gak paham dunia hewan tapi secara kasat mata kita bisa membedakan mana hewan yang segar-bugar-sejahtera sama hewan yang kurus dan kelihatan gak sehat. Rasanya kasihan banget melihat hewan-hewan ini.

Dan kemudian dari area gajah, kita melanjutkan perjalanan. Ada kawanan kera lagi dan kemudian unta-unta kecil lalu ke daerah hewan yang berbahaya. Macan, singa dan sejenisnya. Tapi nyatanya, daerah ini gak berkesan bahaya sama sekali. Macannya tidur di area pinggir, entah itu tidur atau mungkin *maaf* mati, kita tidak tahu karena tanda-tanda bergeraknya gak ada sama sekali. Lalu ada juga macan putih yang menggigit-gigit atau seakan-akan mau memakan kakinya. Saya gak tahu kebiasaan hewan, apakah ini wajar atau enggak tapi melihat macan putih itu yang seakan –akan mau memakan kakinya, rasanya kasihan sekali. Teman saya sampai bilang. “Itu macannya kelaparan apa, gak dikasih makan sama petugasnya? Kasihan banget” Kata teman saya sambil agak marah dan ngedumel tentang perawatan hewan-hewan.

Pergi ke kebun binatang ini berakhir dengan kita yang hanya foto bernarsis ria dan ngobrol serta perasaan miris-kasihan dengan hewan-hewan yang ada. Akhirnya saya tahu kenapa orang-orang mengatakan bahwa KBS saat ini tidak bagus. Mungkin seperti yang saya rasakan kali ini, mereka juga merasakan hal yang sama.

Kalau menurut saya, lokasi KBS yang strategis dan lahan yang luas sudah merupakan poin plus namun sayangnya hewan-hewan yang ada di dalamnya itu terasa ‘sakit’ dan kurang perawatan. Hewan juga makhluk hidup ciptaan Tuhan kan. Kita wajib menghargai kehidupan mereka dan apabila sudah berkomitmen ingin menjaganya maka harus benar-benar menjaga. Jangan hanya memanfaatkan tapi tidak menjaga. Mungkin sudah dijaga dan dirawat namun sayangnya kita masih bisa melihat bahwa hewan-hewan itu tidak baik-baik saja.

Aaah sudahlah, membahas masalah ini akan membawa efek emosi. Saya juga tidak bisa menyalahkan siapa-siapa karena memang tidak paham apa yang sebenarnya terjadi. Tapi semoga saja KBS bisa menjadi lebih baik lagi, hewan-hewan di dalam sana sehat dan segar bugar sehingga pengunjung juga merasa bahagia saat melihat mereka. Dan akhirnya ketika para pengunjung itu pulang dan ditanyai tentang pendapat “Bagaimana KBS?” Mereka bisa bilang “KBS sangat bagus”.

Yoosh, inilah sekelumit Rabu Ceria (atau mungkin bisa dikatakan Rabu miris, entahlah). Di hari Rabu ini yang paling membuat saya ceria adalah bertemu dengan 2 teman saya, guru-guru keceh dari Kota Malang. Rasanya senang sekali akhirnya bisa bertemu salah satu teman seperjuangan, sefrekuensi, dan se-se lainnya. Semoga kalian sehat terus dan semoga kita masih masih diberi kesempatan untuk bertemu dan bermain lagi. Where’s next?

*ps : akhirnya menginjakkan KBS setelah mungkin hampir 20 tahunan. Dan setidaknya rasa penasaran ini tertebus Lunas!!!
*pss : typos dimana-mana karena saya typoers :D

Hoshiora
090316

Hoshiora . 2017 Copyright. All rights reserved. Designed by Blogger Template | Free Blogger Templates