Jumat, 04 Maret 2016



Hari Rabu adalah hari dimana tingkat kemalasan merajalela, leyeh-leyeh dikasur main HP adalah salah satu rutinitas yang mungkin menjadi kegiatan mingguan. Tapi Rabu kemarin, entah kenapa jiwa penasaran dan bosen saya bangkit dengan sangat sehingga membuat saya nekat main seorang diri ke tempat yang menjadi sumber kekepoan selama ini.

Adalah Kenjeran yang merupakan salah satu pantai yang ada di Surabaya, pas dulu searching di google dan ngobrol sama teman-teman, mereka pasti bilang kalau Kenjeran itu kotor-lah, gak bagus-lah dan segala macam kata-kata negatif lainnya. Tapi beberapa saat lalu, saya dapat info kalo di Kenjeran ada wisata budaya baru namanya KenPark (Kenjeran Park). Nah berbekal rasa penasaran yang sangat (akibat gambar-gambar di sosmed) saya nekat berangkat kesana. Sendirian? Iya! Nunggu ada temennya untuk kesana keburu udah gak nafsu sangking lamanya ditunda-tunda atau malah udah move on dari kota ini :)

Jadilah, Rabu kemarin, gak tahu dapat kekuatan nekat dari mana, saya putuskan buat kesana, ndadak dan tidak terencana. Berbekal Google Maps, berangkatlah saya. Dan sesuai prediksi saya, karena saya hobi nyasar akhirnya saya nyasar juga. Iya, tujuan utama saya adalah Kenpark, tapi karena gak tahu jalan dan pertama kali ke Kenjeran, saya nyasar sampai pucuk Kenjeran lama, melihat jembatan Kenjeran yang katanya mau diresmikan dan kemudian terdampar di Pantai Kenjeran Lama.

Awalnya, saya mengira saya sudah sampai di Kenpark. Tapi melihat dekorasi depan yang tidak sesuai dengan hasil searching-an membuat saya ragu-ragu. Apalagi karcisnya yang cuma Rp.5000 membuat saya yakin kalau saya salah tempat.

Dan benar, saya memang salah tempat. Saya yakin setelah mengobservasi keadaan sekitar dan mencari petujuk dimana saya sebenarnya berada. Tapi berhubung sudah masuk ke lokasi, yasudahlah, Loos saja menikmati yang ada, udah bayar juga kan. Di dalam THP (Taman Hiburan Pantai) Kenjeran, saya ngaplo gak jelas gitu. Secara saya sendirian dan suasana pantai agak ramai karena ada rombongan wisatawan dari luar kota. Tapi dengan kekuatan PD alias cuek maksimal sambil sok sibuk mencet-mencet HP gak jelas, saya jalan terus pantang mundur hingga sampai di semacam jembatan dekat pantainya.

Penilaian saya tentang THP kenjeran adalah, Bagus kok, lumayan-lah, bisa lihat jembatan Kenjeran menjadi nilai plus. Kotor, iya, lumayan kotor, airnya juga keruh, tapi sepertinya sedang dilakukan renovasi agar bisa menjadi lebih baik lagi. Kemudian angin sepoi-sepoinya membuat damai hati. Setidaknya keinginan saya melihat pantai terkabul kan. Iya kenjeran adalah Pantai!!!

pantai kenjeran
Jembatan Kayu di THP Kenjeran, bisa melihat langsung Jembatan kenjeran yang akan diresmikan

pantai kenjeran
Jembatan kenjeran yang akan diresmikan

pantai kenjeran
Anak-anak bermain dengan riang

Setelah foto-foto pemandangan yang gak seberapa banyak dan juga mau selfie sukaesih malu dan sedang tidak bawa tongsis, maka saya putuskan berjalan keliling sampai pucuknya dan melihat-lihat jualan khas pantai gitu. Ada juga yang menawari naik perahu, sebenarnya tertarik sih tapi alone, no waaay lah!! serasa ngenes banget, lagian muka bapaknya sangar, akikah jadi takut. Haha

Setelah berkeliling pantai kenjeran, niat hati sudah mau pulang saja karena capek batin dan raga habis nyasar-nyasar tapi kemudian dengan kekuatan bulan saya kembali kepo dan menanyakan letak Kenpark yang jelas kepada tukang parkir. Dan pak Tukang Parkir yang baik memberi petunjuk 'Lurus, belok kiri lalu belok kanan.' Dan dengan panduan itu, saya melanjutkan perjalanan diantara kegalauan, lanjut pulang atau mampir.

Di jalan sempat hopeless banget ketika tidak menemukan tanda-tanda Kenpark, apalagi sebentar lagi saya akan memasuki jalan raya dan hujan rintik-rintik mulai menggoda. Tapi kemudian saya melihat gapuranya. Alhamdulilah yaah, akhirnya saya belok ke Kenpark. Letaknya ternyata dekat dengan jalan raya kenjeran. Berhubung saya sudah sampai, saya nekatlah masuk meski seorang diri. Itung-itung uji keberanian dan pengalaman buat jadi solo traveller. haha

Sampai di loket Kenpark, harus bayar tiket. Dan Tiket saat ini sudah mencapai Rp. 15.000 untuk satu motor max 2 orang. (Pas serching, saya nemunya 8000, ternyata udah naik aja). Dan katanya parkir di dalam bebas tapi nyatanya parkir liar masih dimana-mana T_T

Sampai di dalam kenpark, saya lajukan lagi motor menuju lokasi wisatanya, jalannya ternyata panjang. Untuk ke lokasi pertama yang semacam kuil-kuil dan pantai saja jauh (Gak bisa bayangin kalo jalan kaki, tepar banget pasti). Sampai di lokasi pertama masih juga bayar parkir, Rp 3000. Yah sudahlah, setidaknya motor aman ada yang jaga. Masuk ke kawasan pertama, disambut sama deretan foodcourt lalu semacam jalan setapak yang banyak pohon-pohon gitu. 

Berhubung saya sendiri, saya merasa horror banget, soalnya jalanan sepi dan agak gelap dan sialnya lagi, gerimis rintik-rintik mulai datang. Saya sudah panik, pengen pulang tapi saya merasa sayang sudah berada disana. Jadi Loos deh, kapanlagi coba. Saya terus jalan melewati jalan setapak yang sepi dan sunyi, seperti hati hamba *baper on*.

Kenjeran Park, Kenpark
Jalan menuju Pagoda di Kenpark


Jalannya ternyata lumayan jauh tapi setidaknya menemukan keindahan bangunan kuil. Ada kuda-kuda yang lagi makan. Pengen selfie tapi apa daya, gak bisa selfie karena saya bad selfiers, mungkin tangan saya kurang panjang dan lagi saya gak bawa tongsis karena acara ini emang mendadak terus gak ada temen yang motoin, so poor me, hiks. Akhirnya yah foto-foto bangunan dan keadaan sekitar aja.

Pagoda Kenpark
Pagoda, KenPark


Terus sesudah foto-foto saya jalan menuju jalan setapak lagi yang disebelah kirinya berjajar orang jualan. Tapi sepi, mungkin karena hari kerja kali yah. Dan jalannya semacam lorong, atasnya ada lampion-lampion, sebelah kanan bisa melihat pantai. Kalau aja ramai dan lampionnya nyala pasti bakalan bagus banget. Dan saya terus berjalan kedepan mengindahkan rasa was-was nan horror, kemudian saya tergelitik untuk menoleh kebelakang sejenak dan betapa shock nya saya ketika sadar, jalan dibelakang benar-benar sepi. Hanya ada saya yang berjalan sepanjang lorong. Gila!

Sepanjang jalan yang sepi terdapat kumpulan Foodcourt


Saya jadi serasa artis karena para penjual di samping jalan melihat saya terus. mungkin batin mereka ngomong 'ngapain cewek itu sendirian disini, jombloh kesepian kali yah'. Hmmm... iya pak-buk, saya jomblo, eh single ding dan saya gak kesepian, justru ini cara saya menikmati hidup. Melatih keberanian untuk ngaplo di tempat baru dan pastinya menambah pengalaman. Hoho

Laut yang terlihat dari Gazebo


Back to topic, akhirnya saya melanjutkan perjalanan lagi dan menemukan gazebo untuk duduk dan menikmati pemandangan laut, anginya seger, jilbab saya sampai berkibar kayak bendera. Menurut saya, duduk dipinggir pantai, melihat laut nan luas, sendirian,  lumayan sepi membuat saya bisa berpikir dengan tenang dan intropeksi. Saya masih banyak dosa T.T

Melihat luasnya laut juga menyadarkan saya bahwa saya hanyalah sebutir debu di dunia ini. siapalah Saya sih. Then next, setelah lumayan puas melihat laut, saya putuskan melanjutkan perjalanan. Keluar dari gerbang dan menuju next location. Tapi kemudian saya galau, ke kanan atau ke kiri. Kanan, lokasi selanjutnya tapi lumayan jauh atau kiri ke parkiran ambil motor, sama-sama jauh. Akhirnya ambil motor aja lah. Karena saya manja jadi capek kalo jalan tok. Hahaha

Patung 4 wajah




Ambil motor ke parkiran juga lumayan bikin berkeringat, huft. Jauh-jauh banget lokasinya. setelah ambil motor lanjut ke tempat patung budha muka empat, patungnya besar. Karena lagi-lagi gak bisa narsis, saya cuma foto-foto benda dan bangunan yang ada. Setelah puas, saya nyebrang dan ke kuil dewi kwan im. Disini ada semacam gapura naga, diatasnya ada patung dewi kwan im dan langsung berbatasan dengan laut. Beneran laut, itu kalo aku nyebur paling tenggelam, secara gak bisa renang. Dan lagi-lagi cuma foto-foto objek yang ada. Eh, ada ding foto selfie tapi failed, muka cuma separuh dan gelap. Haha, saya emg gak bisa selfie.

Patung Dwi Kwam In

I'm a bad selfiers ever!!!


Sesajen di pinggir laut

Laut, terlihat jelas, Luas~


Karena keder dengan banyaknyak rombongan yang bernarsia ria sedangkan saya sendirian maka saya putuskan pulang saja, udah sore juga. Dan akhirnya saya kembali melanjutkan perjalanan rabu ceria saya dengan belanja keperluan bulanan.

Rabu kemarin benar-benar ceria, meski, nyasar, ngaplo, berjuang sendirian tapi otak saya kembali fresh dan saya jadi bahagia. Karena bahagia kan emang simple sebenarnya. Dan kemudian saya memutuskan akan memanfaatkan hari rabu di kemudian hari untuk bermain dan menambah referensi tempat di kota ini *semoga jiwa males tidak menguasai*. Mumpung masih muda dan masih disini *emang mau kemana? Siapa tahu, kemudian saya ke Jepang, ikut casua :v* hahaha.

Okke, where's place next? *ke hatimu, boleh gak?* hahahaha

Seee yaaaa~
Ciao~


*ps : selain bad selfiers saya juga typoers sejati dan saya yakin pasti banyak sekali Typo di tulisan ini meski sudah diperiksa.. aaah, inilah saya.. haha * :v

03.03.2016
Hoshiora

Hoshiora . 2017 Copyright. All rights reserved. Designed by Blogger Template | Free Blogger Templates